Home / EKSTRAKURIKULER

EKSTRAKURIKULER

KEGIATAN EKSTRA KURIKULER

Al-Qur’an mengajarkan bahwa setiap orang itu berbuat dan bekerja menurut kapasitas dan potensinya masing-masing. Pepatah arab juga menyebutkan bahwa segala sesuatu memiliki keistimewaannya sendiri-sendiri. Kedua ungkapan itu memberikan pemahaman bahwa tidak seorangpun yang dilahirkan ke dunia ini tanpa memiliki potensi apapun dalam dirinya.

Sebagai konsekuensinya, lembaga pendidikan yang hanya melihat peserta didik dari satu dimensi saja, sama saja dengan mengerdilkan potensi-potensi lain yang semestinya mendapatkan porsi yang sama dalam pembinaan dan aktualisasinya.

Menyadari tanggung jawab dan peran penting yang seharusnya dimainkan oleh madrasah, maka di samping menjalankan tugas dan fungsinya dalam melakukan pembelajaran secara terstruktur, madrasah juga memprogramkan berbagai kegiatan ekstra yang diharapkan mampu menggali dan mengaktualisir berbagai potensi yang dimiliki peserta didik.

  1. Pembinaan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris

Pembelajaran bahasa Arab d an bahasa Inggris dilaksanakan mulai hari Senin s/d Kamis pada satiap jam ke 9 dan 10, dan wajib diikuti oleh semua peserta didik kelas X dan XI. Pada hari-hari itu juga peserta didik diwajibkan menggunakan kedua bahasa tersebut sebagai bahasa komunikasi selama berada di lingkungan madrasah.

Pada semester 3 setiap peserta didik kelas XI diwajibakan menulis karya ilmiyah berupa paper dengan menggunakan salah satu dari kedua bahasa tersebut. Isi paper maupun gramatika penulisannya harus dipertanggungjawabkan dalam ujian khusus.

Bidang ini secara khusus ditangani oleh staf Kurikulum bidang Pengembangan Bahasa Asing.

  1. Diklat Jurnalistik

Diklat jurnalistik di MA Unggulan KH Abd. Wahab Hasbulloh Bahrul Ulum dilaksankan secara berkala yaitu 4 – 5 kali pertemuan dalam 2 minggu.

Bersamaan dengan pemberian teori, setiap peserta diajak melakukan praktik secara langsung. Setelah pelatihan selesai diberikan setiap peserta berkewajiban meliput berbagai peristiwa yang terjadi dilingkungan madrasah dan sekitarnya. Hasil liputan di evaluasi oleh pelatih dan di posting melalui website madrasah.

Jumlah peserta dalam setiap angkatan hanya dibatasi 15 – 20 peserta saja. Pelatihan dibina oleh wartawan majalah AULA.

Disamping diklat jurnalistik, setiap hari sabtu peserta didik juga mendapatkan pembinaan penulisan karya tulis ilmiyah (KTI)

  1. Diklat Keorganisasian

Diklat keorganisasian dilaksanakan minimal sekali dalam satu periode kepengurusan OSIS. Materi diklat meliputi : Keorganisasian, leadership, management dengan segala komponennya, administrasi organisasi, problem solving dan desession making. Sedangkan pematerinya adalah mereka yang dianggap memiliki kompetensi dibidanganya, baik dari dalam maupun dari luar.

  1. Diklat Calon Guru TPQ

Sebagai lembaga yang berada dibawah naungan Pondok Pesantren, Madrasah menyelenggarakan diklat calon guru TPQ yang wajib diikuti oleh semua peserta didik kelas XII.

Kegiatan ini dilaksanakan bekerjasama dengan beberapa lembaga, diantaranya lembaga Jam’iyatul Qurra’ wa al- Huffadz NU Wilayah Jawa Timur, BKPRMI Jombang dan lain-lain.

  1. Olah Raga

Pendidikan Jasmani dan Kesehatan telah menjadi kurikulum wajib yang harus diajarkan disetiap sekolah/madrasah. Namun demikian waktu yang disediakan tidak seluruhnya mampu mengakomudir setiap potensi yang dimiliki oleh peserta didik. Untuk mewadahi potensi-potensi itu madrasah membentuk club-club khusus bidang olah raga, yaitu : Futsal, Tenis Meja, Volley, Bulu Tangkis dan Sepak Takraw.

  1. Palang Merah Remaja (PMR)

Menjadi idividu yang tanggap dan memiliki kepedulian sosial membutuhkan proses yang secara sengaja di desain dan di manage dengan baik. Lebih-lebih jika sikap tanggap itu berhubungan dengan hal-hal yang membutuhkan keterampilan khusus, seperti menolong orang yang mengalami kecelakaan, membantu masyarakat yang mengalami bencana dan lain-lain.

Untuk mempersiapkan peserta didik agar memiliki skill khusus dibidang tersebut, madrasah memberikan pelatihan khusus yang dikemas dalam pengembangan diri yang dilaksanakan setiap hari Sabtu.

Kegiatan ini dibina Atik Winarsih, S.Pd. dan Aan Chumaidi, S.Pd.

  1. Qira’atul Qur’an Bi al-Taghonni

Dalam upaya melatih dan menjaring peserta didik agar memiliki skill khusus dalam melantunkan ayat-ayat suci al-Qur’an dengan suara indah dan sekaligus mampu bersaing dalam event-event musabaqoh maka setiap hari Sabtu peserta didik dibina dalam melantunkan keindahan ayat-ayat al-Qur;an dengan suara yang juga indah.

Dari kegiatan ini banyak peserta didik yang tidak hanya mampu bersaing dalam event-event musabaqoh, tapi melalui al-Qur’an mereka mampu memainkan kiprahnya ditengah-tengah masyarakat.

Kegiatan ini dilaksankan setiap hari Sabtu dengan pembina : Ust. Aminuddin, S.PdI.

  1. Seni Sholawat al Banjari

Dewasa ini seni hadrah al-Banjari telah menjadi bagian dari berbagai dakwah keagamaan sehingga memberikan keterampilan di bidang ini menjadi tuntutan yang harus diwujudkan.

Begitu pengembangan diri di bidang al-banjari ini diluncurkan animo peserta didik tanpak begitu antusias. Saat ini al-Banjari tidak hanya menjadi monopoli kaum laki-laki seperti tahun-tahun sebelumnya.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu bersamaan dengan kegiatan pengembangan diri serta memberikan porsi yang seimbang antara putra dan putri

Pembina kegiatan ini : Ust. Abd. Rouf, S.PdI.

  1. Kultum

Kegiatan ini merupakan program wajib bagi setiap peserta didik kelas XII. Setiap hari sehabis sholat jamaah dzuhur mereka menyampaikan ceramah agama selama 7 – 10 menit secara bergantian.

  1. Beladiri Karate Do (INKANAS)

Memiliki kesehatan fisik dan mental yang prima merupakan harapan setiap orang. Begitu juga memiliki sikap percaya diri yang baik, rendah hati, tetapi punya isi, tangguh, teguh, dan konsisten dengan sikapnya, memiliki jiwa kompetitif untuk meraih kemenangan, namun di sisi lain juga memiliki sikap sportif yang bisa menerima kekalahan.

Kegiatan Karate Do menjadi salah satu kegiatan yang bisa membentuk jiwa peserta didik memiliki karakter seperti yang disebutkan. Pengembangan diri dibidang ini dilaksanakan setiap hari sabtu dan menjadi pilihan yang banyak diikuti oleh peserta didik.

Pembinaannya digawangi oleh : Tito Kadar Isman, S.Psy, M.Pd.

  1. Pembinaan Keterampilan Membaca Kitab Kuning

Disamping materi Bimbingan Mambaca Kitab (BMK) yang telah dimasukkan dalam strktur kurikulum madrasah, pembinaan kemampuan membaca kitab kuning juga dilakukan secara khusus untuk peserta didik yang memilih konsentrasi bidang tersebut. Kegiatan pembinaan dilaksanakan sekali dalam seminggu bersamaan dengan kegiatan pengembangan diri yang lain.

Pembina kegiatan ini antara lain : Ust. Drs. Marsikhan, SH. Ust. Drs. Abd. Haris, Ust. Syamsul Huda, S.PdI., Ust. Miftahul Arif, M.HI., dan lain-lain

Di luar jam-jam yang telah ditentukan, peserta didik juga bisa belajar secara langsung dengan model sorogan kepada para pembina dan guru yang mengampu materi ilmu alat.

  1. Pramuka

Disamping memberikan ruang bagi kegiatan pengembanagn diri dan eskul yang lain, madrasah juga memberikan ruang yang sama bagi terselenggaranya pendidikan pramuka kepada semua peserta didik.

Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Sabtu setelah kegiatan pengembangan diri. Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama yang baik dengan Kwarcab Pramuka Jombang.

Pembinanya adalah : Fatih Sururi, S.Pd. dan Randi Setiawan, S.Pd.

  1. Community Service

Berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh madrasah untuk mewujudkan kesadaran sosial peserta didik antara lain :

  • Pembinaan keterampilan bahasa asing (Arab – Inggris) di TK Muslimat NU Bahrul Ulum.

Kegiatan ini dilakukan dengan menerjunkan beberapa peserta didik ke TK Muslimat untuk melakukan pembinaan bahasa Arab dan bahasa Inggris melalui praktik pengajar di TK. Kegiatan ini dilaksanakan 2-3 kali dalam seminggu

  • Pembinaan keterampilan bahasa asing (Arab – Inggris) di MTs Plus Bahrul Ulum.

Yaitu dengan menerjunkan 30 peserta didik MAU WHBU untuk melakukan muhadatsah / chatting dengan seluruh peserta didik MTs. Plus BU. Kegiatan ini dilakukan selama kurang lebih 30 menit setiap pagi pada hari Senin sampai dengan Rabu.

  • Pembinaan keterampilan bahasa asing (Arab – Inggris) peserta didik MTsN Tambakberas.

Sekitar 30 menit setiap pagi hari Senin sampai Kamis sekitar 90 peserta didik MTsN Tambakberas hadir di halaman MAU WHBU. Kehadiran mereka untuk melakukan praktik muhadatsah/chating dengan peserta didik MAU WHBU yang sudah ditunjuk oleh madrasah.

Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap dengan alokasi waktu 1 (satu) semester untuk tiap angkatan. Jumlah peserta muhadatsah/chating terus ditambah sesuai dengan semakin siapnya peserta didik MAU WHBU untuk mengemban amanh tersebut.

  • Bakti Bahrul Ulum

Bakti Bahrul Ulum merupakan kegiatan bersih-bersih lingkungan di sekitar Pondok Pesantren yang meliputi makam para masyayikh, masjid induk dan masjid al-Usmani yang merupakan masjid pertama pesantren Bahrul Ulum. Sebelum melakukan kegiatan bersih-bersih peserta didik melakukan tahlil bersama di makam para masyayikh.

  • Pengiriman Da’i, MC, Qori’ dan Grup al Banjari

Kegiatan ini dilakukan semata-mata untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat baik tetangga atau para alumni yang menyelenggarakan kegiatan keagamaan seperti pengajian rutin di musholla-musholla, pernikahan atau kegiatan keagamaan lain yang rutin dilaksanakan oleh ibu-ibu muslimat.

  • Program Sapa Tetangga

Kegiatan ini diwujudkan dalam bentuk pemberian bingkisan sebagai tali asih kepada para tetangga yang ada di sekitar madrasah dan dilaksanakan setiap tanggal 17 setiap bulan.

  1. Toserba Kreatif Siswa

Mini Toserba yang saat ini ada dan terus berkembang di madrasah, bukan semata-mata usaha bisnis untuk mencari keuntungan atau memenuhi berbagai kebutuhan peserta didik, tapi merupakan upaya untuk menciptakan jiwa interpreuner dan kreativitas peserta didik dalam melihat dan menciptakan peluang usaha dan pengelolaannya.

Mini Toserba MAU WHBU dikelola secara khusus oleh pembina dan pengurus OSIS. Berbagai kebutuhan peserta didik mulai alat tulis, snack hingga sarapan pagi tersedia di Toserba sehingga peserta didik tidak lagi keluar madrasah selama kegiatan pembelajaran berlangsung.

Laba yang didapat dari Toserba sepenuhnya dimanfaatkan untk kegiatan osis dan penambahan sarana yang dibutuhkan oleh peserta didik.

  1. Tahfidzul Qur’an

Al-Qur’an haruslah menjadi nilai yang menjiwai setiap gerak nafas kehidupan setiap peserta didik. Oleh karena itu al-Qur’an harus selalu didekatkan dengan mereka. Apabila pola itu bisa diwujudkan, maka pendidikan karakter yang saat ini sedang digelindingkan oleh pemerintah dengan sendirinya akan terjawab sudah.

Itulah yang melandasi cita-cita luhur madrasah dengan mentargetkan bahwa setiap lulusan MAU. WHBU sekurang-kurangnya hafal 2 Juz al-Qur’an dan beberapa surat pilihan.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan model setoran kepada beberapa orang guru yang ditunjuk oleh madrasah. Pelaksanaannya tidak terikat oleh waktu. Suasana sejuk dan damai yang dihiasi oleh suasana al-Qur’an beserta kesadaran akan nilai-nilai yang menjadi kandungannya merupakan lingkungan yang hendak dibentuk oleh madrasah.

Penanggungjawab utama program ini adalah : Ust. Moh. Irham Latif, S.PdI, al Hafidz

  1. Olimpiade dan Perlombaan

Bahwa salah satu indikator keberhasilan peserta didik baik dalam bidang akademik maupun non akademik, adalah kemampuan dan keberhasilannya dalam mengikuti event-event olimpiade atau perlombaan yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga di luar madrasah.

Untuk menyiapkan hal tersebut madrasah membentuk beberapa club belajar dan berlatih antara lain : Club olimpide bahasa yang meliputi Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesi., Club olimpiade eksak yang meliputi MTK, Fisika, Kimia dan Biologi dan club agama yang meliputi bidang study PAI dan SKI.

Club lain yang juga diberikan pembinaan secara intensif adalah club pidato Bhs. Arab/Inggris, Story telling/taqdimul qishshoh, puisi dan lain-lain.

  1. Pendidikan Lalu Lintas Bayangkara (PLL)

Tujuan dari PLL adalah untuk membentuk karakter dan mental para anggota, membantu tugas polisi patroli dalam pengaturan lalu lintas dilingkungan sekolah masing-masing pada waktu buka dan tutup sekolah, dan juga membantu kepala sekolah atau guru ditempat ia belajar dalam bidang keamanan dan ketertiban dilingkungan intern sekolah masing-masing. Sehingga terwujud ketentraman yang dinamis antara peserta didik dan guru pengajar guna mendukung proses belajar mengajar.

Kegiatan PLL dilaksanakan setiap hari Kamis

Pembina : Aipto H. Sartono, S.Sos. Kanit Dikyasa SATLANTAS kabupaten Jombang.